Cara Setting Fast Velocity Minify WordPress

Cara Setting Fast Velocity Minify WordPress dapat Anda mulai dengan mudah. Ini merupakan plugin optimasi WordPress yang cukup populer yang dapat menggabungkan file JavaScript, CSS, HTML. Kalau Anda belum mengoptimalkan file penting pada situs Anda, itu bisa Anda mulai dari sekarang.

Cara Setting Fast Velocity Minify WordPress

Kalau Anda sendiri belum memahami langkahnya, Anda dapat menyimak tips dari saya. Saya akan membantu Anda dengan langkah sederhana agar Anda benar-benar mengerti tentang cara setting Fast Velocity Minify di WordPress.

Plugin yang satu ini cukup banyak sekali penggunanya dan Anda tidak perlu ragu untuk memilihnya. Ia dilengkapi banyak fitur modern yang tidak kalah jauh dengan plugin optimasi lainnya. Namun, Anda juga memerlukan ketelitian ketika ingin menggunakan plugin ini.

Jangan sampai Anda salah melakukan konfigurasi yang membuat situs Anda menjadi kurang optimal. Kecepatan loading pada situs web Anda dapat mempengaruhi tingkat SEO. Jika situs Anda cukup lambat untuk dimuat, Anda harus berpikir matang dengan mencari solusinya.

Sekarang dengan Anda menggunakan plugin Fast Velocity Minify, Anda sudah menemukan peluang untuk memaksimalkan kinerja pada situs WordPress Anda. Plugin ini sangat cocok untuk pengembang dan pengguna tingkat lanjut seperti Anda.

Simak: Cara Settings Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

Plugin Fast Velocity Minify bekerja mengurangi permintaan HTTP dengan menggabungkan file JavaScript dan CSS kedalam grup file. Ia juga membantu meminimalkan file CSS dan JS dengan PHP Minify. Sangat bagus untuk diandalkan dan Anda bisa mendapatkan hasil maksimal untuk situs Anda.

Pentingnya mengoptimalkan kinerja WordPress memang tidak harus Anda tinggalkan. Kalau Anda mengabaikan file penting di situs Anda dan tidak mengoptimasinya, itu bisa menjadikan situs Anda sangat lambat. Apalagi jika Anda menggunakan theme WordPress yang dilengkapi dengan banyak JavaScript dan CSS, Anda harus bekerja ekstra untuk memaksimalkannya sendiri.

Berbeda kalau Anda benar-benar pintar dalam memilih theme WordPress yang memang sudah dilengkapi dengan fitur optimasi. Biasanya template premium terbaik yang akan memberikan Anda dukungan fitur tersebut. Namun jika Anda sudah terlanjur memiliki theme yang Anda gunakan sekarang, itu tidak perlu Anda ragukan kalau memang sudah sayang dengannya.

Sekarang yang paling penting untuk Anda lakukan adalah mengoptimasi semua file yang diperlukan. Termasuk JS, CSS, HTM dan yang lainnya yang bisa dioptimasi. Anda dapat menggunakan plugin yang saya rekomendasikan ini sebagai pilihan Anda.

Intinya Anda bisa memahami tentang cara setting Fast Velocity Minify disitus WordPress Anda. Melalui postingan ini, Anda akan belajar mengenai bagian yang perlu Anda konfigurasi agar situs Anda benar-benar optimal. Mulailah dari diri Anda sendiri untuk membangun situs Anda lebih baik dengan dukungan yang ada.

Berikut Cara Setting Fast Velocity Minify WordPress

1. Pertama, pastikan Anda sudah login ke WordPress admin dengan username dan password yang Anda miliki. Setelah login, silahkan pilih Plugins > Add New lalu ketikkan dikolom pencarian dengan nama Minify dan akan muncul plugin Fast Velocity Minify seperti berikut.

Install Fast Velocity Minify

2. Kemudian Anda klik Install Now dan Activate. Anda bisa masuk langsung ke menu Settings pada plugin ini. Dihalaman baru Basic Settings, Anda akan menemukan beberapa menu untuk memulai konfigurasi.

3. Functionality, Anda akan melihat tiga opsi yang tersedia. Aktifkan saja Admin Bar Purge, Preserve Settings dan Fix Page Editors.

4. URL Options, Pada pengaturan ini Anda akan melihat tiga pilihan yang berbeda seperti contoh berikut.

  • Auto Detect (Aktifkan)
  • Force HTTP urls (if you don’t have SSL)
  • Force HTTPS urls (recommended if you have SSL)

5. HTML Options, minifikasi HTML sudah aktif dan Anda dapat menentukan pilihan lainnya jika diperlukan. Namun, Anda juga dapat mengikuti saran saya mengenai mana yang harus Anda pilih untuk diaktifkan.

  • Disable HTML Minification 
  • Strip HTML comments (Aktifkan)
  • Cleanup Header (Aktifkan)

6. Font Options, opsi default biasanya sangat bagus untuk performa situs Anda. Namun, Anda dapat mengatur beberapa pilihan seperti berikut.

  • Stop removing Emojis and smileys
  • Disable Google Fonts merging (Aktifkan)
  • Remove Google Fonts completely

7. Google Fonts, dipengaturan ini Anda dapat memilih tentang bagaimana Anda harus memasukkan Fonts dihalaman Anda. Anda dapat mengaktifkan salah satu diantaranya.

  • Inline Google Fonts CSS (Aktifkan)
  • Async Google Fonts CSS files
  • Async and exclude Google Fonts CSS from PSI

8. Font Awesome, jika tersedia dan Anda menggunakan Fonts Awesome di situs Anda. Mungkin kalau Anda memang ada maka aturlah sesuai dengan berikut sebagai saran saya.

  • Merge or Inline Font Awesome CSS (Aktifkan)
  • Async Font Awesome CSS file
  • Async and exclude Font Awesome CSS from PSI

9. CSS Options, Anda disarankan untuk membuat semua file CSS dalam situs Anda menjadi Inline, ini jika ukuran file CSS tersebut cukup kecil. Mungkin Anda dapat memilih beberapa konfigurasi seperti berikut.

  • Disable CSS processing
  • Disable minification on CSS files
  • Preserve the order of CSS files (Aktifkan)
  • Disable the “Print” related stylesheets (Aktifkan)
  • Inline CSS in the footer (Aktifkan)
  • Inline CSS both in the header and footer (Aktifkan)

10. Render-blocking JS, Anda dapat memilih salah satu konfigurasi yang tersedia dan yang tepat.

  • Enable defer parsing of FVM JS files globally (Aktifkan)
  • Skip deferring the jQuery library
  • Skip deferring JS on the login page
  • Skip deferring the ignore list

11. PageSpeed Settings, silahkan Anda atur seperti rekomendasi saya.

  • Enable defer of all JS files for PSI only (Aktifkan)
  • Exclude JS files in the “ignore list” from PSI

12. CDN Options, jika Anda menggunakan layanan CDN, Anda dapat mengatur opsi ini sesuai dengan yang ada. Anda tinggal memasukkan nama domain CDN Anda dikolom yang tersedia. Jangan lupa juga untuk memilih Force the CDN Usage.

13. Cache Location, untuk pengaturan ini Anda dapat membiarkannya default. Sesudah itu, klik Save Changes untuk menyimpan semua pengaturan yang telah Anda buat.

Pro (Special JS and CSS Exceptions)

Sekarang Anda bisa masuk ke bagian Pro dengan beberapa konfigurasi yang ada.

1. Ignore List, Dikolom ini Anda dapat mengecualikan mengenai file CSS dan JS mana yang tidak ingin Anda optimasi.

2. External URLs to Merge, Anda dapat mengecualikan beberapa daftar domain eksternal untuk digabungkan menjadi satu dikolom ini.

3. Exclude JS files from PSI, Anda dapat mengecualikan file JS yang dimuat dengan Async dari PSI kekolom yang tersedia.

4. Exclude CSS files from PSI, Anda dapat mengecualikan file CSS yang dimuat secara Async dari PSI dari kolom yang tersedia. Untuk bagian Default Ignore List dan Default Blacklist, Anda bisa membiarkannya saja. Jangan lupa klik Save Changes untuk menyimpan perubahan.

Developers (Development)

1. Dev Options, beberapa pengaturan yang ada, Anda dapat menyesuaikannya seperti berikut.

  • Enable FVM Debug Mode
  • Enable FVM CSS files Preload (Aktifkan)
  • Enable FVM JS files Preload (Aktifkan)

2. HTTP Headers , Anda dapat menggunakan opsi ini untuk memuat sumber daya tertentu dan berprioritas tinggi di situs Anda.

  • Preconnect Headers, Anda bisa memasukkan nama domain yang sangat minimal. Contohnya: https://fonts.googleapis.com dan https://fonts.gstatic.com.
  • Preload Headers, Anda dapat memasukkan kode header php lengkap kekolom ini. Contohnya: <https://fonts.gstatic.com/s/opensans/v15/mem8YaGs126MiZpBA-UFVZ0d.woff>

3. Async CSS, Kalau Anda memiliki file CSS seperti media dan mungkin tidak teratur dengan baik, Anda dapat mengaktifkan opsi yang ada seperti berikut.

  • Async CSS with LoadCSS (Aktifkan)
  • Dequeue all CSS files (Aktifkan)

4. Critical Path CSS, biarkan ini default terlebih dahulu. Ini bisa Anda atur ketika memang di situs Anda ada CSS kritis. Jangan lupa klik Save Changes untuk menyimpan pengaturan Anda.

Agar Anda bisa memahami semua langkah yang sudah dijelaskan, Anda dapat menyimak tutorial berikut.

Dengan beberapa langkah diatas, Anda sudah bisa memahami tutorial saya tentang cara setting Fast Velocity Minify WordPress. Sekarang Anda dapat melihat bagaimana kinerja Wordprees Anda setelah dioptimasi.

Kesimpulan : Menggabungkan file JS, CSS memang perlu untuk Anda lakukan sebagai webmaster. Namun tidak semua harus Anda optimasi. Setidaknya Anda dapat mengecek beberapa file yang tidak perlu Anda masukkan untuk digabungkan. Biasanya Anda dapat melihat tampilan situs Anda, kalau baik-baik saja ketika sudah melakukan setting ini, Anda bisa terus menggunakannya.

Demikianlah tutorial saya pada kesempatan ini tentang cara setting Fast Velocity Minify di WordPress. Mudah-mudahan semua langkah yang sudah saya jelaskan dapat Anda pahami dengan baik.

Simak juga: Plugin Live Chat Terbaik WordPress Gratis

Add Comment