Cara Setting Plugin W3 Total Cache Terbaru

Mengoptimalkan kinerja WordPress bisa dilakukan dengan berbagai cara asalkan itu sehat. Entah secara manual atau Anda dapat menggunakan plugin sebagai salah satu pilihan untuk kemudahannya. Plugin W3 Total Cache contohnya. Plugin ini hadir untuk membantu Anda dapat mengoptimasi situs Anda lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.

Itu jika saat ini situs WordPress Anda memang menunjukkan kinerja lambat ketika dimuat dan Anda tidak bisa mengoptimalkannya secara manual. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat memulai tindakan baru agar situs Anda bisa menjadi optimal. Kecepatan sebuah situs menunjukkan tingkat pengalaman pengguna yang lebih baik.

Bahkan, dapat meningkatkan SEO untuk situs Anda sendiri sehingga Anda dapat bersaing secara sehat dengan kompetitor Anda. Plugin W3 Total Cache bekerja secara menyeluruh untuk WordPress dan sangat kompatibel dengan semua jenis paket hosting. Entah Anda menggunakan layanan Shared hosting, VPS hosting, Cloud hosting, dan mungkin Dedicated server.

Plugin yang satu ini tidak menyuruh Anda harus menggunakan paket layanan hosting tertentu. Namun, Anda juga perlu memperhatikan mengenai kualitas dari layanan hosting yang Anda gunakan. Kinerja server dari hosting Anda juga dapat membantu kinerja situs Anda menjadi optimal. Akan lebih mendukung lagi kalau Anda memilih layanan hosting yang cepat dengan dukungan penuh.

Simak juga:

Melakukan optimasi pada WordPress juga bukan sekedar asal melakukannya. Anda juga perlu menyajikan beberapa dukungan lainnya selain dari optimasi kecepatan. Salah satunya adalah mengenai konten yang Anda sajikan kepada pengguna dan haruslah sehat.

Sekarang kalau Anda sudah memenuhi itu, Anda bisa memulai pengoptimalan pada bagian kecepatan. Plugin W3 Total Cache memiliki fitur utama yang mendukung beberapa kemudahan dalam masalah optimasi. Sebagai salah satu bagian penting dalam mengoptimalkan situs Anda adalah memperkecil ukuran JavaScript, CSS, HTML dan bagian penting lainnya diluar itu.

Plugin ini akan bekerja menangani masalah itu dan Anda tinggal duduk manis untuk mengaktifkan beberapa opsi yang diperlukan. Ketika Anda sudah menginstall plugin ini, Anda bisa memulai melakukan setting untuk beberapa dukungan pengoptimalan. Kalau Anda memang belum mengetahui caranya dan bahkan baru, postingan ini akan menjelaskannya secara sederhana untuk Anda.

W3 Total Cache adalah plugin yang menurut saya cukup sederhana. Plugin cache dengan dukungan fitur lengkap bisa Anda dapatkan dari W3 Total Cache. Keraguan Anda dalam mengoptimalkan situs Anda secara manual bisa Anda atasi dengan hanya menggunakan plugin ini.

Berikut adalah tentang cara setting plugin W3 Total Cache dan Anda bisa menjadikan langkah ini sebagai rekomendasi:

Langkah pertama, silahkan masuk ke Dashboard WordPress Anda lalu ke bagian Plugins.

Langkah ke dua, klik Add new dan ketikkan W3 Total Cache sehingga terlihat dihadapan Anda.

Langkah ke tiga, install plugin W3 Total Cache lalu activate.

Setting W3 Total Cache

Langkah ke empat, silahkan klik Settings jika sudah aktif dan Anda akan menemukan beberapa pilihan untuk memulai konfigurasi.

Langkah ke lima, Setting awal adalah pada bagian General. Silahkan aktifkan dengan cara Enable lalu klik Deploy. Jangan lupa klik Preview untuk melihat perubahan. Jika sudah maka klik Save settings & Purge caches.

Opsi General

Langkah ke enam, sekarang Anda lanjut kebagian Page cache. Pada opsi ini, Anda dapat mencentang Enable lalu pada Page cache method silahkan atur dengan memilih Disk: Enhanced. Setelah itu Anda konfirmasi Save settings & Purge caches.

Setting Page Cache

Langkah ke tujuh, selanjutnya masuk dibagian Minify. Anda dapat memulai Enable untuk mulai setting. Untuk Minify mode silahkan pilih Auto saja. Selain itu, untuk Minify Cache Method: Anda dapat menentukan Disk. Sedangkan pada pilihan HTML minifier, JS minifier, CSS minifier biarkan saja default. Jangan lupa Save settings & Purge caches jika sudah menentukan konfigurasi.

Setting Minify

Langkah ke delapan, sekarang Anda masuk ke setting Opcode Cache. Pada pilihan ini yakni bagian kolom Zend Opcache maka biarkan default dan secara Enable untuk Validate timestamps. Jika sudah maka Save settings & Purge caches untuk konfirmasi.

Langkah kesembilan, saatnya Anda memulai setting Database Cache sebagai bagian lanjutan dari opsi yang sudah dilakukan. Silahkan Anda mulai Enable untuk ini dan pilih Disk pada menu Database Cache Method. Anda dapat mengkonfirmasi Save settings & Purge caches jika sudah yakin.

Setting database cache

Langkah kesepuluh, berikutnya Anda Enable saja untuk setting Object Cache. Sedangkan pada pilihan Object Cache Method silahkan tentukan saja Disk lalu Save settings & Purge caches.

Setting Object Cache

Langkah kesebelas, pada bagian setting Browser Cache silahkan Enable saja dan konfirmasi Save settings & Purge caches.

Setting Browser Cache

Langkah ke dua belas, bagian ini adalah tentang setting CDN. Kalau Anda memang menggunakan layanan CDN sebagai tambahan maka Anda bisa memulai konfigurasi yakni Enable dan pilih mengenai tipe atau layanan CDN yang Anda gunakan.

Setting CDN

Langkah ke tiga belas, sekarang Anda setting untuk Reverse proxy. Pada pilihan ini Anda cukup Enable saja dan kalau server Anda memang mendukung Varnish maka masukkan IP Addressnya dan Save settings & Purge caches.

Langkah ke empat belas, berikutnya Anda bisa langsung menuju pada setting Fragment Cache. Dihadapan Anda akan ada Fragment Cache Method dan tentukan pilihan pada rekomendasi Disk lalu Save settings & Purge caches.

Setting Fragment Cache

Langkah kelima belas, untuk konfigurasi Statistics, Licensing, Miscellaneous biarkan saja tidak perlu Anda setting terkecuali Anda memang menggunakan plugin ini dengan versi premium.

Langkah ke enam belas, untuk bagian Debug silahkan Anda biarkan saja tidak aktif dan menurut saya memang tidak diperlukan.

Anda juga dapat menyimak video berikut sebagai rekomendasi tambahan dari saya.

Itulah mengenai postingan saya yang mengulas tentang cara setting plugin W3 Total Cache secara umum. Diatas merupakan pengaturan standar untuk versi free dan untuk konfigurasi selanjutnya Anda dapat melihat bilah pada Dashboard WordPress Anda.

Simak juga: Cara Membuat Related Post WordPress Tanpa Plugin Work

Sekarang Anda sudah berhasil melakukan optimasi mengenai beberapa hal yang diperlukan pada WordPress Anda. Sesudah itu Anda akan melihat hasilnya dan situs Anda akan bekerja secara optimal.

Add Comment