Cara Settings Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

Cara Settings Plugin LiteSpeed Cache di WordPress dapat dilakukan dengan sangat mudah kalau sudah mengetahuinya. Namun bagi Anda yang baru dan memang belum memahami langkah ini, Anda dapat menyimak tips dari saya. Melalui postingan ini, saya akan memberikan tutorial sederhana yang pastinya dapat membantu Anda.

Mengoptimalkan kinerja WordPress dapat Anda mulai dari menggunakan plugin cache. Namun untuk memilih plugin cache yang tepat, Anda benar-benar harus teliti. Tidak semua plugin itu akan cocok untuk website Anda. Mungkin Anda perlu mencoba beberapa diantaranya atau dengan cara bereksperimen.

Pada kesempatan ini, saya akan memberikan satu pilihan tentang plugin Worpress terbaik yakni LiteSpeed Cache. Mungkin dari Anda dapat memilih plugin ini sebagai salah satu rencana penting dalam mengoptimasi kinerja WordPress Anda. Meski plugin LiteSpeed Cache menawarkan fitur lebih dari versi premium yang ada, Anda juga dapat menggunakan plugin ini secara gratis.

Mengenai cara Settings Plugin LiteSpeed Cache, Anda dapat menemukan banyak sekali panduan yang tersedia. Termasuk tutorial saya yang akan saya bahas melalui postingan terbaru ini.

Berbicara mengenai optimasi WordPress, banyak sekali cara yang dapat dilakukan. Selain dari penggunaan plugin, cara manual bisa saja dicoba kalau memang bisa Anda lakukan. Mungkin Anda bisa menerapkan beberapa kode di WordPress Anda untuk memulai optimasi.

Bisa juga Anda melakukannya dengan menggunakan fitur bawaan dari cPanel. Jika Anda menggunakan layanan hosting terbaik SiteGround, tentunya Anda akan mendapatkan fitur yang selalu dapat mendukung Anda. Seperti pengalaman saya setelah bermigrasi ke hosting ini. SiteGround memiliki fitur bernama SG Optimizer dan plugin itu tersedia untuk semua penggunanya.

Anda bisa juga mendapatkannya kalau memang Anda menggunakan layanan mereka. Mungkin Anda dapat mencoba setelah ini untuk segera berpindah ke layanan hosting baru. Namun, Anda tidak diharuskan untuk menggunakan plugin pengoptimalan tersebut kalau memang kurang cocok. Anda bisa bebas memilih plugin pilihan Anda sendiri.

Termasuk plugin LiteSpeed Cache yang merupakan alat bantu optimasi WordPress terbaik saat ini. Bisa saja Anda menggunakan plugin ini untuk WordPress Anda jika memang itu cocok. Soal hasil, nantinya Anda dapat menentukan sendiri apakah ingin terus tetap dengan plugin ini atau akan berganti dengan lainnya.

Sebenarnya kalau Anda sudah memahami tentang cara settings plugin LiteSpeed Cache, kinerja WordPress Anda akan selalu terjaga. Maka dari itu, Anda bisa segera mengaktifkan plugin LiteSpeed Cache di situs web Anda sebagi salah satu cara untuk pengoptimalan.

Berikut Adalah Cara Settings Plugin LiteSpeed Cache di WordPress, Anda Dapat Menyimak Langkahnya Dengan Baik

1. Pertama, silahkan Anda login ke Dashboard WordPress Anda terlebih dahulu untuk memulai langkah ini. Setelah itu, klik Add New pada bagian plugin dan ketikkan saja LiteSpeed Cache dari menu pencarian. Jika plugin tersebut sudah muncul, klik Install lalu Activate.

Plugin LiteSpeed Cache

2. Kemudian disebelah kiri pada plugin LiteSpeed Cache yang sudah aktif, Anda pilih saja General. Halaman baru akan terbuka. Silahkan rubah Automatically Upgrade dan Notifications menjadi ON. Save changes untuk menerapkan perubahan. Klik Request Domain Key dan tunggu beberapa menit, hingga Anda mendapatkan key untuk akun Anda.

Request Domain Key

3. Selanjutnya, Anda masuk saja ke halaman untuk setting Cache. Pada konfigurasi ini, Anda dapat menyesuaikannya seperti contoh berikut. Aktifkan semua pilihan Cache control setting lalu Save changes.

Cache control setting

4. Page Optimization, silahkan Anda sesuaikan pengaturan Anda untuk mulai mengoptimasi CSS dan kombinasi CSS serta yang lainnya. Sesuaikan saja mengenai mana yang harus Anda pilih. Kalau saran saya, Anda bisa ON semuannya.

Setting Page Optimization

5. CDN, Anda juga bisa mengkonfigurasi CDN yang Anda gunakan kedalam plugin ini agar dapat terhubung. Jika Anda menggunakan Cloudflare, masukkan saja akun email dan kunci API Key yang Anda dapatkan dari layanan CDN Anda.

Setting Layanan CDN

6. Setelah itu, Anda dapat mengoptimasi Database WordPress Anda melalui bagian Database Optimizer seperti berikut.

Database Optimizer

7. Sekarang melalui Cache Toolbox, Anda dapat membersihkan cache pada WordPress Anda dengan cepat. Kapan saja Anda mau, cache yang ada bisa Anda hapus. Setiap harinya juga bisa Anda lakukan dan itu sesuka hati Anda.

Agar Anda dapat memahami semua tentang langkah diatas, Anda bisa mengikuti panduan saya lainnya dari video berikut. Simak dengan sangat teliti agar Anda berhasil mengetahui semua metodenya.

Anda sudah menyelesaikan dengan baik mengenai cara settings plugin LiteSpeed Cache seperti yang ada pada panduan. Sekarang Anda dapat melihat bahwa WordPress Anda bekerja dengan sangat optimal.

Add Comment